Rabu, 16 November 2016

Kasus Dampak Media Sosial : Penyebab dan Cara Pencegahan

Komunikasi adalah hal mendasar yang selalu dilakukan oleh manusia. Khusus nya pada era digital banyak cara yang dapat dilakukan untuk berkomunikasi dengan berbagai orang di belahan bumi, itu dikarenakan dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat sehingga banyak cara untuk seseorang melakukan komunikasi dengan orang lain contoh nya dengan media sosial. Media sosial sendiri adalah media atau perantara, saluran atau sarana sosial secara online di dunia maya atau internet. Para pengguna media sosial sendiri dapat berkomunikasi, berinteraksi, berpartisipasi, berbagi dan menciptakan semua konten yang terdapat di dalam Internet.
Salah satu jenis layanan intenet yang paling sering digunakan manusia adalah media sosial, diantaranya adalah Facebook. Seperti apa yang telah diungkapan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika Aswin Sasongko, bahwa data yang dimiliki Kementrian Komunikasi dan Informatika, terdapat 43,06 juta orang yang menggunakan situs jejaring sosial Facebook. Oleh karena itu, Indonesia tercatat sebagai pengguna Facebook yang tertinggi ketiga di dunia.
Punnyanunt-Carter (2006) meneliti tentang salah satu ciri perilaku serta hubungan interpersonal yang terbentuk dari komunikasi dalam dunia maya, yaitu keterbukaan diri. Dengan keterbukaan diri yang dilakukan oleh seseorang ketika berinteraksi di dunia maya seperti Facebook, membuat mereka mampu memenuhi kebutuhan afiliasi mereka, memperoleh validasi sosial, meningkatkan kontrol sosial, meraih pengklarifikasian diri, dan melatih pengekspreresian diri (Derlega, dalam yoseptian, 2010). Para pengguna situs pertemanan sosial tersebut memaparkan informasi mengenai dirinya dengan intensitas yang cukup sering. Sedangkan menurut remaja, media Facebook membantu mereka untuk berkoneksi dengan jaringan sosial yang luas dan terlihat dalam sebuah jaringan sosial, sehingga membuat remaja menjadi dikenal oleh orang lain dan memungkinkan untuk dapat berkembang menciptakan sebuah hubungan (Christofides, Muise & Desmarais, 2009).2